Manusia bukan keledai

Dari judul kita bisa tahu makna dan maksudnya. Karena dari kecil kita tahu ada pepatah hanya keledai yang bisa terprosok dua kali dalam lubang yang sama. Hehe. Gimana untuk manusia ungkapan itu. Banyak orang mengimpresentasikan nya macam-macam. Karena setiap manusia tidak punya cara berfikir yang sama. Tapi semua akan sama karena ungkapan itu. Semua sama karena manusia tidak akan mau disamakan dengan keledai karena manusia punya akal pikiran dan itu kelebihan dibandingkan makhluk lain. Jadi kesimpulan nya manusia akan belajar jika sudah terprosok ke dalam satu lubang. Dan tidak akan mengulangi suatu kesalahan yang sama. Tapi bagaimana bisa karena kita tahu adalah manusia adalah sumber kesalahan. Memangnya kita Tuhan yang ga pernah berbuat salah. Gw terutama nga mau munafik deh. Gw sering kok berbuat kesalahan yang sama. Yang simple kayak masalah solat atau ibadah gw masih belum bisa untuk menyempurnakannya. Atau dari perbuatan seperti buang sampah pada tempatnya. Semua tau untuk hal itu tapi kenapa masih dilakukan apa mereka bukan manusia tapi keledai. Hehe. Apakah kita pernah belajar dari hal-hal kecil. Karena masalah besar akan muncul akibat dari masalah-masalah kecil yang menumpuk. Apa karena kita terlalu toleransi.hehe. kembali ke ungkapan keledai tadi. Jika manusia terprosok ke dalam lubang yang sama apakah berarti manusia tidak belajar. Atau ada dalam pikiran saya apakah manusia akan menjadi putus asa karena takut masuk ke lubang yang sama. Manusia adalah berusaha dan terus berusaha tidak terlepas apakah dia masuk ke dalam lubang yang sama atau tidak. Pasti ada makna dan hikmah lain didalam lubang tersebut. walaupun lubangnya sama. Karena masuk ke lubang yang sama adalah membuat manusia menjadi lebihkuat untuk masalah yang sama. Bukan berarti lubang tersebut atau masalah tersebut harus dihindari. Karena manusia adalah berusaha dan tidak boleh putus asa dan harus berjuang semaksimal mungkin sampai manusia tidak mampu. Jadi tidak boleh menyerah jika di hadapi masalah yang sama. Itu pertanda bahwa kita belum cukup kuat untuk menghadapi masalah tersebut. Dan kita harus bersyukur kepada Allah SWT karena kita dibuat menjadi lebih kuat dan belajar untuk itu. Karena masalah adalah manusia dan juga itu pertanda Tuhan masih sayang dengan kita.

Advertisements

~ by amri luthfi on May 20, 2008.

2 Responses to “Manusia bukan keledai”

  1. akhirnya baca postingan ini setelah berkelana di penjuru luthfi palace.. 🙂

    iya, manusia keledai, semoga aku nggak lagi make name tag itu.. 🙂
    semoga Allah bantu aku untuk jalanin smuanya supaya lebih baik kedepannya.. untukku, keluargaku, dan sekarang kamu yang ada didalam hidupku.. 🙂

    manusia kelinci aja deh 😀

  2. hehe..dicari oleh dirimu yah sayang…hihi… terima kasih telah jalan2 di luthfi palace sayang..hihi..

    kita bukan keledai…tapi manusia..yang belajar dari kesalahan dan takut untuk mencoba kembalii…..

    amiinn…..selama kamu memiliki kemauan dan berusaha pasti Allah akan membantu dan memberikan yang terbaik untuk kamu sayang….

    kalo manusia kelinci apa yah descripsinya..???…
    lucu,lincah dan cerdik yah sayang…setuju manusia kelinci untuk kita..hihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: